Monday, 31 August 2015

Tasawuf Modern



Judul Buku                  : Tasawuf Modern
Penulis                         : Prof. DR. Hamka
Penerbit                       : Republika


Namanya Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrulloh atau yang lebih dikenal dengan sebutan Buya Hamka, merupakan sosok seorang ulama sekaligus sastrawan dari Sumatra Barat.
Lahir di Maninjau, Sumatra Barat pada tanggal 17 februari 1908, ayahnya juga seorang ulama besar di Sumbar bernama Dr. Haji Abdul Karim Amrulloh pembawa paham-paham pembaharuan islam di Minangkabau

Banyak menulis buku, jurnal, tafsir alquran “tafsir al azhar”, dan banyak buku-buku tentang islam. Salah satu kumpulan tulisan-tulisanya mengenai kebahagiaan,dan pedoman menjalani hidup di bukukan dalam buku yang berjudul “ Tasawuf Modern”.



Buku ini berisi tentang tulisan-tulisan yang dulu diterbitkan di majalah Pedoman Rakyat pada tahun 1937, Tasawuf Modern berisikan tentang “bahagia” dan pandangan atau arti tentang kebahagiaan. Pendapat-pendapat tentang bahagia, hubungan antara bahagia dengan harta, agama, kesehatan jiwa dan badan .

Buku ini juga menyinggung sedikit tentang makna Tasawuf dan sedikit pendapat dari ulama.makna Tasawuf dijelaskan sebagai kehendak untuk memperbaiki budi dan men-shifa-kan ( membersihkan batin). Satu filsafat ilmu yang maksud awalnya hendak zuhud dari dunia fana. Kata Tasawuf sendiri mempunyai bermacam-macam makna diantaranya:

Shifa artinya bersih, shuf artinya kulit binatang, orang –orang yang memasuki dunia tasawuf memakai baju dari kulit binatang, mereka membenci pakaian yang indah-indah. Shuffah segolongan sahabat nabi yang mengasingkan diri disatu tempat terpencil di samping masjid nabi.
Selanjutnya pada bab berikutnya menjelaskan tentang makna bahagia, setiap orang tentu berbeda memaknai bahagia, ada yang memaknai  kebahagiaan karena banyaknya harta mereka mengukur dari banyak sedikitnya harta yang ia miliki, ada yang memaknai kebahagiaan karena kedudukan, pangkat dan jabatan.

Orang fakir mengatakan kebahagiaan pada kekayaan, orang sakit mengatakan bahagia pada kesehatan , sang pengarang merasa bahagia karena karanganya diterima dan dibaca masyarakat luas, dan masih banyak lagi presepsi kebahagiaan menurut orang lain.



Dalam buku ini makana- makana bahagia dijelaskan  dan dipadukan dengan makna bahagia sesuai pendekatan agama. Tak salah kita dapat mengambil manfaat ilmu dari tulisan seorang ulama serta cendikiawan muslim berwawasan luas Buya Hamka tentang bahagia.

Berbagailah yang timbul ketika memberi keputusan, ada yang mengatakan baik, sebab sayang, ada yang mengatakan buruk, sebab benci. Berbagai ragam keputusan menurut pengalaman, ilmu, dan penyelidikan. Bahagia dan celaka itu hanya berpusat pada sanubari orang, bukan pada zat barang yang dilihat. Bagi sebagian orang masuk bui menjadi kecelakaan dan kehinaan, bagi setengahnya pula menjadi kemuliaan dan kebahagiaan.(Hamka)

Bahagia dekat dengan kita ada di dalam diri kita.

@genk



Friday, 28 August 2015

Student Hidjo

Judul Buku                  : Student Hdjo
Penulis                         : Mas Marco Kartodikromo
Penerbit                       : Penerbit Narasi

Membaca novel karya Mas Marco Kartodikromo yg berjudul Student Hidjo, seolah kembali ke masa lalu ,masa dimana nilai-nilai budaya tradisional dijunjung tinggi, masa dimana adat dan pangkat masih diagungkan oleh masyarakat jawa.
Novel ini berseting di Jawa dan sebagian di negri Belanda dimana kehidupan Hidjo saat sekolah di negri Belanda.


Novel ini ditulis pertama kali pada tahun 1918 dalam bentuk cerita bersambung di harian Sinar Hindia Belanda dan diterbitkan dalam bentuk buku tahun 1919. Novel ini yang menceritakaan tentang seorang pemuda pelajar pribumi yang dikirim ke negri Belanda untuk melanjutkan pendidikanya, dan terjadi konflik dan bergolakan batin dalm kehidupanya di negri Belanda. negri dimana di Hindia Belanda tempat kelahirannya orang-orang Belanda begitu di hormatinya,begitu semena-mena terhadap kaum biasa dan disana ia mengerti bahwa kehidupan tak jauh beda , bahkan di negri Belanda pun ada yang namanya jongos ( pembantu ) dan di negri  ini ia seorang pribumi bisa memerintah orang belanda yang di negrisinya sendiri mustahil untuk dilakukan.

Ringkasan cerita

Hidjo seorang pemuda tekun , pendiam dan terpelajar  ditunangkan dengan anak soudaranya bernama Birou yang kelak diharapkan bisa menjadi suami istri,. atas keinginan ayahnya dan ingin mengangkat drajat di kehidupan sosialnya  maka Hidjo dikirim ke negri belanda untuk melanjutkan studynya sebagai seorang insinyur, karena di jaman itu hanya orang-orang yang berpendidikan eropa / Belanda menjadi tolak ukur keberhasilan untuk meningkatkan staus sosialnya, walau dengan berat hati dan kesedihan ia pun meninggalkan orang-orang terkasihnya demi sebuah cita-cita.

Di negri Belanda Hidjo tinggal bersama keluarga Belanda dengan anak perempuan seusianya,  seiring berlalunya hari karena kepribadian Hidjou yang santun, menarik, pendiam  menarik perhatian anak keluarga belanda bernama Betje , dan ia pun jatuh cinta kepadanya.

Di Surakarta administrator belanda ( William walter) disuatu pesta melihat perempuan jawa yaitu Birou yang menarik hatinya dan membuatnya jatuh cinta terhadap Birou.
Pertunganan wiliam dengan perempuan belanda bernama Roos terbengkali karena adanya perasaan cinta Wiliam Walter terhadap Birou, sehingga semakin memperparah hubungan antara wiliam dengan Roos.Namun perasaan cinta Wiliam terhadap Birou bertepuk sebelah tangan, selanjutnya untuk mengurangi kesedihan ia memutuskan untuk pulang ke negri belanda, di sana ia bertemu dengan Hidjo setelah diberi  tahu kerabat Hidjo bahwa anaknya di negri belanda.


Sementara itu di negri belanda Hidjo tidak bisa berkonsentrasi dengan studynya karena godaan-godaan cinta Bitje hingga dia tak kuasa melawannya dan hanyut dalam lubang percintaan dan budaya di sana. sehingga ia berfikir  untuk segera kembali ke Hindia Belanda setelah melalaui perenungan yang panjang.

Sementar di Solo terjadi perubahan rencana yang dilakukan oleh kedua orang tua Hidjo, setelah kedatangan keluarga Regent djarak ke Solo dan menginap di rumah Hidjou bersama anak yang bernama  R.A woengoe dan kakaknya R.M wardojo.

Woengoe dan Warjodjo kakak beradik ini sudah sangat mengenal Hidjo, ada perasaan cinta Woengoe terhadap Hijou, begitu pula dengan Wardojo pun menaruh hati dengan Birou tunangannya Hidjo
Ahirnya atas kesepakatan diantara orang tuanya bahwa Woengoe di jodahkan dengan Hidjo, sementara Wardojo di jodohkan dengan Birou.

Walaupun dengan perjodohan cinta diantara mereka pun lama-lama semakin tumbuh antara satu dengan yang lainya dan berahir dengan kebahagiaan

Dua tahun kemudian 

Hidjou telah kawin dengan R.A Woengoe dan hidup senang sebagai jaksa di Djarak, Wardojo pun sudah menjadi Regent di Djarak mengantikan ayahnya, dia pun hidup rukun dengan R.A Biroe
Semntara itu Walter kembali dari verlof, ia menjadi assistant residen di Djarak dan mepunyai istri yaitu Betje. adapun nona jet Roos menikah dengan  administrateur Boeren, sahabat wiliam dan juga  bertempat tinggal di Djarak ( Student Hidjo hal 140 )

Nilai-nilai:

Bahwa pendidikan menjadi hal yang sangat penting dalam mengangkat status social dimasa itu dan pendidikan eropa/ belanda menjadi tolak ukurnya
Budaya tradisional jawa dan budaya belanda sangat bertolak belakang dan akan sulit untuk dipersatukan.

Orang tua di masa itu berperan aktif dalam penentuan calon suami atau istri anak-anaknya demi menjaga hubungan baik dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Membaca novel ini kita akan kembali melalui lorong waktu ke masa tempo dulu,masa dimana kehidupan  dan kultur masyarakat jawa masih terasa begitu kental aroma zaman pergerakan.

@genk

sumber refrensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Student_Hidjo
dipost juga di www.kompasiana.com