Norwegian wood
berkisah tentang persahabatan, cinta dengan sedikit nafsu dalam keseharian tokohnya.
Berlatar di tahun 1960-1970an Toru Watanabe sebagai tokoh utamanya menjalani
hidup sebagai seorang mahasiswa di Tokyo, semasa SMA ia sudah bersahabat dengan Naoko seorang perempuan yang anggun,
cantik dan feminim. Naoko mempunyai seorang pacar yang ia cintai bernama Kizuki,
ketiganya sering menghabiskan waktu bersama-sama dalam berbagai kesempatan.
Suatu hari Kizuki
memilih mengahiri hidupnya, kematianya membuat Naoko dan Watanabe terpukul,
selepas SMA Watanabe melanjutkan kuliah di sebuah universitas di Tokyo
Naoko sosok
perempuan yang kalem, cintanya terhadap Kizuki sudah dimulai ketika mereka
masih kecil,..kematian Kizuki membuatnya goyah dalam pikiranya, ia begitu sedih
dan terpukul. Di Tokyo ia bertemu kembali dengan Watanabe, kembali menginggat
kebersamaann semasa SMA dulu ketika masih sering jalan bertiga, mereka
mengenang masa-masa itu, disetiap minggu mereka berdua menghabiskan waktu
berdua dengan berjalan-jalan di sekitar Tokyo. Pada ulang tahun ke -20
kegalauan Naoko tentang banyak hal yang ia rasakan ia tumpahkan terhadap Watanabe,
ia merasa kosong menjalani hidup, pada ahirnya ia menikmati malam bersama dalam
peluk dan cium seerat pasangan kekasih.
Beberapa waktu
setelah kejadiaan itu Naoko mengasingkan diri, dan menjauh dari kehidupan
Watanabe, hal ini membuat Watanabe menjadi kawatir akan keadaannya. Kekawatiran,
kekalutan dan kekosongan jiwanya ia tumpahkan dengan mencari kesenangan hidup ,
Nagasawa menjadi sahabat yang saling mengerti selain sesama kutu buku, Nagasawa
menjalani hidup dengan penuh suka, bercita-cita menjadi diplomat dan mempunyai
pacar cantik bernama Hatsumi, ia mencari kesenangan hidup dengan meniduri
banyak perempuan dan Watanabe pun terseret dalam cara pandang hidup Nagasawa.
Norwegian wood
membuat saya ikut menelusuri kekosongan jiwa seoarang Naoko di pengasinganya,
kesepian yang membuat pikiranya menjadi tak tentu, persahabatannya dengan Reiko-san
sedikit memberikan secerah warna hidup. Reiko san sosok perempuan dewasa yang juga
menjalani untuk hidup menyepi melupakan kisah-kisah masa lalunya. Mereka saling
memahami satu sama lainya, menyayikan Noorwegian
wood dari Beatles untuk Naoko dalam kesepiannya.
Bagiku Watanabe
sosok pemuda jepang yang ideal, seorang kutu buku, pintar,berwawasan luas dan
menarik perhatian setiap perempuan yang dijumpainya, ia jatuh cinta pada Naoko,
dan ia membagi cinta juga dengan Midori. Namanya Kobayasi midori anak pemilik
toko buku kobayasi, ia berbeda sifat dengan Naoko kalau Naoko seorang yang
lembut, dan begitu anggun, Midori adalah sebaliknya terkesan cuek dengan
keadaan, tomboy dan terbuka bahkan tak segan ia berbicara jorok menjurus ke arah
mesum.
Membaca Norwegian
wood hasil terjemahan dari KPG yang sebagian orang mengganggap bahasa terjemahannya kurang bagus, namun
bagiku mampu mengikuti semua cerita yang dituliskanya, banyak unsur adegan
sexual secara jelas namun bagiku semua cukup biasa aja.
Haruki Murakumi
menyiratkan dibalik gemerlap dan kebebasan pemuda jepang ada hal yang membuat
semuannya kosong dalam menjalani kehidupan, depresi, ketakutan akan mimpi masa
depan.
“Kau terlalu ketakutan” kataku.
“Oleh kegelapan, oleh mimpi sedih, oleh kekuatan orang yang sudah mati, dan
sebagainya. Yang harus kau lalkukan adalah melupakan semua itu dan jika
melupakanya kau akan sembuh “( 217-218).
Haruki murakami
menggambarkan kehidupan pemuda jepang pada tahuan 60-70an, kebebasan berfikir,
kebebasan berbuat dan kebebasan prilaku diantara pemuda jepang, perasaan cinta yang
tubuh, kesepian hidup tergambar jelas disetiap cerita di dalamnya. Kekosongan
hidup, yang menghantui dan pada ujungnya bunuh diri menjadi jalan menuju
kedamaian.
Kematian bukanlah lawan
kehidupan, tetapi ada sebagai bagianya (397)
Kematian Kizuki
dengan cara bunuh diri tanpa tahu apa sebabnya, kematian kakaknya Naoko dengan
bunuh diri juga, dan ahirnya Naoko pun mengahairi hidupnya dengan cara bunuh
diri menjawab semua permasalahan yang mendera, dan kematian adalah pilihan
entah benar atau salah.
Kematian Naoko membawa
dampak tersendiri bagi Watanabe, kesedihan yang mendalam membuatnya
mengasingkann diri, melakukan perjalanan untuk mengurangi gudah yang ia alami,
ia ahirnya kembali pada dunia nyata dan melanjutkan hidupnya, perjumpaannya
dengan Reiko san memberi warna tersendiri, lalu bercinta dengannya .
Ending dari
novel ini sedikit mengambang tidak jelas nasib Watanabe, Midori dan Reiko san
dan bagaimana kelanjutanya , Haruki murakami seolah mengajak pembacanya untuk
menebak-nebak sesuai dengan imajinasinya , memberi kebebasan kepada pembacanya
untuk menafsirkan sendiri ending yang ingin diharapkanya,
Sebenarnya dimanakah aku
ini? Yang tampak dimataku hanya sosok tubuh orang-orang yang tak terhitung
banyaknya sedang berjalan entah menuju kemana. Aku terus memanggil-manggil
midori dari tengah-tengah tempat entah dimana. “ Toru watanabe.
Norwegian wood
sedikit banyak memberi kesan tersendiri terhadap haruki murakami tentang karya
sastranya, dan kedepan pemburuanku masih akan berlanjut untuk mencari
karya-karyanya yang lain
@genk