Tuesday, 6 September 2016

Norwegian Wood




Sudah lama sebenarnya saya ingin membaca karya  Haruki Murakami apa lagi setelah belajar tentang jepang baik bahasa dan sedikit tentang sastranya. Norwegian wood merupakan salah satu novel karya Haruki Murakami seorang penulis kelahiran Kyoto jepang. Ia begitu tertarik dengan literature barat baik musik dan sastra serta budayanya, hal ini yang sering ia sisipkan di setiap karya-karyanya.


Norwegian wood berkisah tentang persahabatan, cinta dengan sedikit nafsu dalam keseharian tokohnya. 

Berlatar di tahun 1960-1970an Toru Watanabe sebagai tokoh utamanya menjalani hidup sebagai seorang mahasiswa di Tokyo, semasa SMA ia sudah bersahabat  dengan Naoko seorang perempuan yang anggun, cantik dan feminim. Naoko mempunyai seorang pacar yang ia cintai bernama Kizuki, ketiganya sering menghabiskan waktu bersama-sama dalam berbagai kesempatan.
Suatu hari Kizuki memilih mengahiri hidupnya, kematianya membuat Naoko dan Watanabe terpukul, selepas SMA Watanabe melanjutkan kuliah di sebuah universitas di Tokyo

Naoko sosok perempuan yang kalem, cintanya terhadap Kizuki sudah dimulai ketika mereka masih kecil,..kematian Kizuki membuatnya goyah dalam pikiranya, ia begitu sedih dan terpukul. Di Tokyo ia bertemu kembali dengan Watanabe, kembali menginggat kebersamaann semasa SMA dulu ketika masih sering jalan bertiga, mereka mengenang masa-masa itu, disetiap minggu mereka berdua menghabiskan waktu berdua dengan berjalan-jalan di sekitar Tokyo. Pada ulang tahun ke -20 kegalauan Naoko tentang banyak hal yang ia rasakan ia tumpahkan terhadap Watanabe, ia merasa kosong menjalani hidup, pada ahirnya ia menikmati malam bersama dalam peluk dan cium seerat pasangan kekasih.

Beberapa waktu setelah kejadiaan itu Naoko mengasingkan diri, dan menjauh dari kehidupan Watanabe, hal ini membuat Watanabe menjadi kawatir akan keadaannya. Kekawatiran, kekalutan dan kekosongan jiwanya ia tumpahkan dengan mencari kesenangan hidup , Nagasawa menjadi sahabat yang saling mengerti selain sesama kutu buku, Nagasawa menjalani hidup dengan penuh suka, bercita-cita menjadi diplomat dan mempunyai pacar cantik bernama Hatsumi, ia mencari kesenangan hidup dengan meniduri banyak perempuan dan Watanabe pun terseret dalam cara pandang hidup Nagasawa.

Norwegian wood membuat saya ikut menelusuri kekosongan jiwa seoarang Naoko di pengasinganya, kesepian yang membuat pikiranya menjadi tak tentu, persahabatannya dengan Reiko-san sedikit memberikan secerah warna hidup. Reiko san sosok perempuan dewasa yang juga menjalani untuk hidup menyepi melupakan kisah-kisah masa lalunya. Mereka saling memahami satu sama lainya, menyayikan Noorwegian wood dari Beatles untuk Naoko dalam kesepiannya.

Bagiku Watanabe sosok pemuda jepang yang ideal, seorang kutu buku, pintar,berwawasan luas dan menarik perhatian setiap perempuan yang dijumpainya, ia jatuh cinta pada Naoko, dan ia membagi cinta juga dengan Midori. Namanya Kobayasi midori anak pemilik toko buku kobayasi, ia berbeda sifat dengan Naoko kalau Naoko seorang yang lembut, dan begitu anggun, Midori adalah sebaliknya terkesan cuek dengan keadaan, tomboy dan terbuka bahkan tak segan ia berbicara jorok menjurus ke arah mesum.

Membaca Norwegian wood hasil terjemahan dari KPG yang sebagian orang mengganggap  bahasa terjemahannya kurang bagus, namun bagiku mampu mengikuti semua cerita yang dituliskanya, banyak unsur adegan sexual secara jelas namun bagiku semua cukup biasa aja.
Haruki Murakumi menyiratkan dibalik gemerlap dan kebebasan pemuda jepang ada hal yang membuat semuannya kosong dalam menjalani kehidupan, depresi, ketakutan akan mimpi masa depan.

“Kau terlalu ketakutan” kataku. “Oleh kegelapan, oleh mimpi sedih, oleh kekuatan orang yang sudah mati, dan sebagainya. Yang harus kau lalkukan adalah melupakan semua itu dan jika melupakanya kau akan sembuh “( 217-218).

Haruki murakami menggambarkan kehidupan pemuda jepang pada tahuan 60-70an, kebebasan berfikir, kebebasan berbuat dan kebebasan prilaku diantara pemuda jepang, perasaan cinta yang tubuh, kesepian hidup tergambar jelas disetiap cerita di dalamnya. Kekosongan hidup, yang menghantui dan pada ujungnya bunuh diri menjadi jalan menuju kedamaian.

Kematian bukanlah lawan kehidupan, tetapi ada sebagai bagianya (397)

Kematian Kizuki dengan cara bunuh diri tanpa tahu apa sebabnya, kematian kakaknya Naoko dengan bunuh diri juga, dan ahirnya Naoko pun mengahairi hidupnya dengan cara bunuh diri menjawab semua permasalahan yang mendera, dan kematian adalah pilihan entah benar atau salah.
Kematian Naoko membawa dampak tersendiri bagi Watanabe, kesedihan yang mendalam membuatnya mengasingkann diri, melakukan perjalanan untuk mengurangi gudah yang ia alami, ia ahirnya kembali pada dunia nyata dan melanjutkan hidupnya, perjumpaannya dengan Reiko san memberi warna tersendiri, lalu bercinta dengannya .

Ending dari novel ini sedikit mengambang tidak jelas nasib Watanabe, Midori dan Reiko san dan bagaimana kelanjutanya , Haruki murakami seolah mengajak pembacanya untuk menebak-nebak sesuai dengan imajinasinya , memberi kebebasan kepada pembacanya untuk menafsirkan sendiri ending yang ingin diharapkanya,

Sebenarnya dimanakah aku ini? Yang tampak dimataku hanya sosok tubuh orang-orang yang tak terhitung banyaknya sedang berjalan entah menuju kemana. Aku terus memanggil-manggil midori dari tengah-tengah tempat entah dimana. “ Toru watanabe.

Norwegian wood sedikit banyak memberi kesan tersendiri terhadap haruki murakami tentang karya sastranya, dan kedepan pemburuanku masih akan berlanjut untuk mencari karya-karyanya yang lain
@genk