Friday, 28 August 2015

Student Hidjo

Judul Buku                  : Student Hdjo
Penulis                         : Mas Marco Kartodikromo
Penerbit                       : Penerbit Narasi

Membaca novel karya Mas Marco Kartodikromo yg berjudul Student Hidjo, seolah kembali ke masa lalu ,masa dimana nilai-nilai budaya tradisional dijunjung tinggi, masa dimana adat dan pangkat masih diagungkan oleh masyarakat jawa.
Novel ini berseting di Jawa dan sebagian di negri Belanda dimana kehidupan Hidjo saat sekolah di negri Belanda.


Novel ini ditulis pertama kali pada tahun 1918 dalam bentuk cerita bersambung di harian Sinar Hindia Belanda dan diterbitkan dalam bentuk buku tahun 1919. Novel ini yang menceritakaan tentang seorang pemuda pelajar pribumi yang dikirim ke negri Belanda untuk melanjutkan pendidikanya, dan terjadi konflik dan bergolakan batin dalm kehidupanya di negri Belanda. negri dimana di Hindia Belanda tempat kelahirannya orang-orang Belanda begitu di hormatinya,begitu semena-mena terhadap kaum biasa dan disana ia mengerti bahwa kehidupan tak jauh beda , bahkan di negri Belanda pun ada yang namanya jongos ( pembantu ) dan di negri  ini ia seorang pribumi bisa memerintah orang belanda yang di negrisinya sendiri mustahil untuk dilakukan.

Ringkasan cerita

Hidjo seorang pemuda tekun , pendiam dan terpelajar  ditunangkan dengan anak soudaranya bernama Birou yang kelak diharapkan bisa menjadi suami istri,. atas keinginan ayahnya dan ingin mengangkat drajat di kehidupan sosialnya  maka Hidjo dikirim ke negri belanda untuk melanjutkan studynya sebagai seorang insinyur, karena di jaman itu hanya orang-orang yang berpendidikan eropa / Belanda menjadi tolak ukur keberhasilan untuk meningkatkan staus sosialnya, walau dengan berat hati dan kesedihan ia pun meninggalkan orang-orang terkasihnya demi sebuah cita-cita.

Di negri Belanda Hidjo tinggal bersama keluarga Belanda dengan anak perempuan seusianya,  seiring berlalunya hari karena kepribadian Hidjou yang santun, menarik, pendiam  menarik perhatian anak keluarga belanda bernama Betje , dan ia pun jatuh cinta kepadanya.

Di Surakarta administrator belanda ( William walter) disuatu pesta melihat perempuan jawa yaitu Birou yang menarik hatinya dan membuatnya jatuh cinta terhadap Birou.
Pertunganan wiliam dengan perempuan belanda bernama Roos terbengkali karena adanya perasaan cinta Wiliam Walter terhadap Birou, sehingga semakin memperparah hubungan antara wiliam dengan Roos.Namun perasaan cinta Wiliam terhadap Birou bertepuk sebelah tangan, selanjutnya untuk mengurangi kesedihan ia memutuskan untuk pulang ke negri belanda, di sana ia bertemu dengan Hidjo setelah diberi  tahu kerabat Hidjo bahwa anaknya di negri belanda.


Sementara itu di negri belanda Hidjo tidak bisa berkonsentrasi dengan studynya karena godaan-godaan cinta Bitje hingga dia tak kuasa melawannya dan hanyut dalam lubang percintaan dan budaya di sana. sehingga ia berfikir  untuk segera kembali ke Hindia Belanda setelah melalaui perenungan yang panjang.

Sementar di Solo terjadi perubahan rencana yang dilakukan oleh kedua orang tua Hidjo, setelah kedatangan keluarga Regent djarak ke Solo dan menginap di rumah Hidjou bersama anak yang bernama  R.A woengoe dan kakaknya R.M wardojo.

Woengoe dan Warjodjo kakak beradik ini sudah sangat mengenal Hidjo, ada perasaan cinta Woengoe terhadap Hijou, begitu pula dengan Wardojo pun menaruh hati dengan Birou tunangannya Hidjo
Ahirnya atas kesepakatan diantara orang tuanya bahwa Woengoe di jodahkan dengan Hidjo, sementara Wardojo di jodohkan dengan Birou.

Walaupun dengan perjodohan cinta diantara mereka pun lama-lama semakin tumbuh antara satu dengan yang lainya dan berahir dengan kebahagiaan

Dua tahun kemudian 

Hidjou telah kawin dengan R.A Woengoe dan hidup senang sebagai jaksa di Djarak, Wardojo pun sudah menjadi Regent di Djarak mengantikan ayahnya, dia pun hidup rukun dengan R.A Biroe
Semntara itu Walter kembali dari verlof, ia menjadi assistant residen di Djarak dan mepunyai istri yaitu Betje. adapun nona jet Roos menikah dengan  administrateur Boeren, sahabat wiliam dan juga  bertempat tinggal di Djarak ( Student Hidjo hal 140 )

Nilai-nilai:

Bahwa pendidikan menjadi hal yang sangat penting dalam mengangkat status social dimasa itu dan pendidikan eropa/ belanda menjadi tolak ukurnya
Budaya tradisional jawa dan budaya belanda sangat bertolak belakang dan akan sulit untuk dipersatukan.

Orang tua di masa itu berperan aktif dalam penentuan calon suami atau istri anak-anaknya demi menjaga hubungan baik dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Membaca novel ini kita akan kembali melalui lorong waktu ke masa tempo dulu,masa dimana kehidupan  dan kultur masyarakat jawa masih terasa begitu kental aroma zaman pergerakan.

@genk

sumber refrensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Student_Hidjo
dipost juga di www.kompasiana.com

No comments:

Post a Comment