Judul Buku :
Inteligensi Embun Pagi
Pengarang :
Dee Lestari
Penerbit : Bentang Pustaka
Lama penantianku menunggu direlease kelanjutan novel
supernovanya mbak Dee, akhirnya beberapa
waktu yang lalu terbayar sudah dengan kehadiran Inteligensi Embun Pagi ( IEP),
judul yang cukup anggun dan penuh makna. Berbeda dengan novel sebelumnya
tampilan IEP yang berkover putih terlihat anggun ,berbeda dengan supernova
sebelumnya yang di dominasi oleh warna hitam , pemilihan warna cover putih entah
ada makna tersendiri atau hanya desain cover semata.
Inteligensi Embun Pagi merupakan novel supernova episode ke-6 yang disebut sebagi episode penutup dari
serial supernova. Dalam novel ini tokoh-tokoh utama dalam supernova satu sampai
lima bertemu dalam satu rangkaian cerita dan kejadian, dalam hal ini salut buat
mbak Dee yang benar-benar mampu mengaitkan satu tokoh yang saling
berkaitan, benar-benar keren.
Mulai dari Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh
(2001), Akar (2002), Petir (2004), Partikel (2012) dan Gelombang
(2014) bertemu pada satu cerita di Inteligensi Embun Pagi (IEP)
Membaca IEP saya cukup dibuat kaget dengan plot yang cepat berubah,istilah dan kata yang asing bagi saya misalnya savara, peretas, infitran, geomaknetik,
irmotalitas, Reinkarnasi, Portal, Poros Keempat, Antarabhava, dan banyak
lagi cukup membuat fikiran saya berkerut untuk sekedar bisa sedikit memahaminya
,namun jangan kawatir di ahir ternyata ada daftar glorasium yang bisa kita intip.
Konsep kehidupan lain , dimensi lain yang hidup
berdampingan dengan kehidupan manusia menjadi rangkaian cerita, Peretas adalah individu yang dalam tiap
siklus samsara akan mengalami amnesia, sampai mereka bisa berhasil menjalankan
misi mereka yaitu mencapai kesadaran (Consciousness). infitran berupa kelopok pembebas yang menjaga peretas untuk
menyelesaikan misinya. Sementara savara
adalah kelopok penjaga yang berusaha membuat peretas tetap dalam keadaan siklus
samsara dalam fase amnesia.
Tokoh-tokoh seperti
pada supernova sebelumnya Bodhi,
Elektra, Zarah, Alfa, dan Gio menjadi peretas. Mereka menjadi satu dan saling
terkait menjalani misi kehidupan melawan sarvara yang dikomandoi oleh Ishtar,ibu
Sati , Togu dan Simon.
Serial Supernova mendorong kita menggali makna lebih
dalam dari jalan cerita tentang kehidupan yang disajikan. Saya melihatnya sebagai sebuah pertentangan tiada akhir antara pihak yang
selalu bergerak dan menawarkan perubahan dan mereka yang sebisa mungkin mempertahankan keberadaanya atas
nama keseimbangan, baik-buruk,gelap-terang, siang-malam.
Lengkap
sudah koleksi serial supernova
Inteligensi Embun Pagi berhasil membuat saya larut
dalam dudukku di ruang baca, mencerna dan berimajinasi dalam cerita dalam
sebuah hidup yang penuh misteri.
Entah akan ada kejutan apa lagi nanti dari dari
karya-karya mbak Dee, setelah supernova IEP ini.
Sebuah
akhir akan melahirkan awal. Kata “Tamat “ akan mengirngi kita ke
“Pendahuluan” yang baru. (Dee)
No comments:
Post a Comment